Halaman Utama



TUJUAN PENDIDIKAN
            Tujuan Pendidikan merupakan masalah sentral dalam Pendidikan.Sebab tanpa perumusan yang jelas tentang tujuan pendidikan perbuatan menjadi acak-acakan,tanpa arah, bahkan bisa menajadi salah langkah.Oleh karena itu perumusan tujuan dengan tegas dan jelas,menjadi inti seluruh pemikiran pedadogis dan renungan Filosofi.)[1]
            Dikatakan lebih lanjut bahwa tujan pendidkan itu penting,disebabkan karena secara implisit  yang  eksplisit didalam terkandung hal-hal yang sangat asasi,yaitu pandangan hidup dan filsafat hidup pedidikan,lembaga penyelenggaraan pendidikan,dan Negara dimana Pendidikan itu dilaksanakan)[2]
1.Pengertian tujuan Pendidikan Islam itu sendiri ialah :   
            “tujuan” atau “sasaran”atau “maksut”,dalam bahasa Arab dinyatakan dengan “ghayat” atau “ahdaf” atau “maqasid”. Sedangkan dalam bahasa Inggris istilah “tujuan” dinyatakan dengan goad  atau purpose  atu objective atau aim. Secara umum pengertian itu mengandung pengertian yang sama,yaitu arah suatu perbuatan atau suatu yang hendak dicapai melalui upaya atau aktivitas.)[3]
            Tujuan Pendidikan menurut Zakiah Darajat, ialah suatu yang diharapakan tercapai setelah suatu usaha atau kegiatan selesai. Sedangkan menurut H.M.Arifin tujuan itu bisa jadi menunjukkan kepada futuritas(masa depan) yang terletak pada suatu jarak tertentu yang tidak dapat tercapai apabila tidak melalui usaha ,atau proses tertentu. Meskipun banyak pendapat tentang tujuan Pendidikan , akan tetapi pada umumnya pengertian itu berpusat pada usaha atau perbuatan yang dilaksanakan untuk suatu maksut tertentu.)[4]
            Dasar pendidikan Islam tertumpu dalam Al-Qur`an dan sunnah Nabi. Di atas dua pilar inilah dibangun konsep dasar pendidikan Islam. Titik tolaknya dimulai dari konsep manusia menurut Islam. Menurut Haidar Putra daulay dasar pendidikan Islam adalah” Suatu konsep yang menggambarkan ciri suatu bentuk baik dalam hal yang nampak ataupun yang tidak terlihat”. Manusia sebagai makhluk yang sempurna yang berperan sebagai subjek dan objek dalam kehidupan ini harus bijak dan mampu memahami konsep dasar Pendidikan.)[5] Islam. Untuk dapat memahaminya, maka diperlukan sebuah metode pembelajaran yang efektif dan efesien serta adanya sarana dan fasilitas yang sesuai.
            Tujuan Pendidikan menurut Islam ,tujuan Pendidikan adalah membentuk manusia  supaya sehat ,cerdas, patuh, dan tunduk kepada perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya Sehingga ia dapat bahgia hidupnya lahir batin,dunia akhirat.)[6]
            Islam merupakan agama Allah yang diturunkan kepada para Rosul/Nabi ,sejak Nabi Adam as sampai pada Nabi besar Muhammad SAW,yang berisi tata cara hidup dan kehidupan umat manusia .)[7]
            Ada beberapa pendapat dalam menetapkan tujuan penetapkan tentang tujuan Pendidikan Islam . Berikut ini ada beberapa nukilan tentang tujuan Pendidikan Islam dari beberapa ahli ,yaitu:
1).Prof.Dr.M.Athyah Al-Abrasyi.
            “Pembentukan moral yang tinggi adalah tujuan-tujuan utama dari Pendidikan Islam”)[8]
Sebelum beliau menyatakan :
            “Pendidikan budi pekerti adalah jiwa Pendidikan Islam, dan Islam telah    menyimpulkan bahwa Pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah jiwa pendiidkan Islam . Untuk mencapai sutu akhlak yang sempurna adalah tujuan sebenarnyadari Pendidikan . Tapi ini tidak berrti bahwa kita tdak mementingkan pendidikan jasmani ,akal, atau ilmu ataupaun segi-segi praktis lainnya tetapi artinya ialah bahwa kita memperhatikan segi-segi pendidikan akhlak seperti juga segi-segi lainnya itu”.)[9]
2).Drs. Abd.Rahman Sholeh
            Tujuan  Pendidikan  Agama Islam memberikan bantuan kepada manusia yang belum dewasa ,supaya cakap menyelenggarakan tugas hidupnya yang diridhai Allah SWT. Sehingga terjalinlah kebahagiaan dunia dan akhirat atas kuasanya sendiri.)[10]
3).Drs.Ahmad D. Marimba
            Tujuan akhir Pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian muslim ,dimaksut kepribadian muslim menurut beliau ialah sebagai berikut:
            “Kepribadian Muslim ialah kepribadian yang seluruh aspek aspek yakni baik tingkah laku luarnya kegiatan-kegiatan jiwa,maupun filsafat hidup dan kepercayaannya menunjukan pengabdian kepada Tuhan ,menyerahkan diri kepada-Nya”.)[11]
            Sedangkan menurut para tokoh barat,menurut para pakarnya dari masa-kemasa antara lain:
1).Socrates (469-347 SM )
            “Tujuan Pendidikan Socrates ialah  mengembangkan faya piker sehingga memungkin orang  untuk mengerti pokok-pokok kesusilaan”
2).Plato (427-347 SM)
            “Tujuan menurut Plato adalah menyajikan individu bahagia dan berguna bagi Negara .Di dalam bukunya “ Republik” berpendapat bahwa tujuan Pendidikan ialah mencapai keadialan didalam Negara dengan pimpinan seoarang raja yang bijaksana.
3).Aristoteles (384-332 SM)
            “Tujuan Pendidikan menurut Aristoteles ialah membuat kehidupan rasional . Individual bersama-sama dengan orang-oramg lain hendaknya tingkah lakunya selalau dipimpin oleh akal .
4).Augustinus (354-430 SM)
            “Tujuan Pendidikan ialah cinta sepenuhnya kepada Tuhan agar mendpat ketentraman di alam baqa kelak.
5).Francois Rabelais, ialah pembentukan manusia yang lengkap,cakap dalam kesenian  dan industry perkembangan manusia dalam segala seginya: jasmani,kesusilaan dan akalnya.
6).Prof.Dr.Ph.Kohnstam (Belanda 1875)
            “Tujuan Pendidikan ialah menolong manusia yang sedang berkembang,supaya ia memperoleh perdamaian batin yang sedalam-dalam nya tanpa mengganggu atau mejadi beban orang lain” .
7). John Milton (Inggris ,1608-1674).
            Tujuan Pendidikan ialah persiapan untuk kehidupan yang sebanarnya didunia nyata ini .
8).Richar Mulcaster(Inggris 1531-1611)
            Tujuan Pendidikan ialah membantu kodrat kearah kesempurnaan .
9).Francis Bacon ( Inngris,1561-1628)
            Tujuan ialah mengusahakan agar manusia dapat mengusai benda-benda ,meningkatkan kekuatan manusia dengan penggunaan Ilmu pengetahuan .
10.Jonhn Locke (Inggris 1632-1704 )
            Tujuan Pendidikan akhir ini pada Pendidikan adalah pembentukan watak ,perkembangan manusia sebagai kebulatan moral,jasmani dan mental.
2.Sedangkan Dasar dan Tujuan Pendidikan Nasional
            Merupakan masalah yang sangat fundamental dalam pelaksanaan Pendidikan karena dasar Pendidikan itu akan menentukan corak dan isi pendidikan . Tujuan Pendidikan itu pun akan  menentukan arah mana anak didik dibawa.
            Pada umum nya tiap-tiap bangsa dan Negara sependapat tentang pokok-pokok tentang tujuan Pendidikan ,yaitu : mengusahakan suapaya tiap-taip orang sempurna pertumbuhan tubuhnya, sehat otaknya,baik budi pekertinya dan sebagainya. Sehingga iadapat mencapai puncak kesempurnaannya dan berbahgia hidupnya lahir batin.)[12]
            Dalam hal ini perundang-undangan Indonesia dari masa-kemasa banyak perubahan dikarena menyesuaiakan dengan kebutuhan tiap pendidiakn dari masa-kemasa.
            Pada Pasal 1 ayat 2 UU Nomor 2 Tahun 1989 , ditegaskan  bahwa Pendidikan nasional adalah Pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia. Oleh karena itu,maka Pendidikan nasiaonal pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari system pendidikan yang telah  telah ada sebelumnya yang merupakan warisan budaya budaya bangsa secara turun-menurun.)[13]
            Dengan demikian , Pendidikan nasional meruapakan pengembangan secara terpadu system Pendidikan yang bersifat dualistis yang ada sebelumnya menjadi satu system Pendidikan nasional. Hal tersebut sebagai mana dikemukakan pula dalam pasal 1 ayat 3 : “Sistem Pendidikan nasional adalah satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan Pendidikan yang berkaitan satu dan lainnya untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional ”.) [14]
            Berikut ini dikemukan tujuan-tujuan pendidikan di Indonesia.
            1. Rumusan menurut SK Menteri Pendidikan Pengajaran dan kebudayaan No.104/Bhg.O tanggal 1 Maret 1946 :
Tujuan Pendidikan adalah untuk menanamkan jiwa patriotism . Hal ini sesuai dengan semangat dan situasi Indonesia pada waktu itu yang baru saja merdeka, dimana colonial Belanda yang masih berusaha untuk kembali berkuasa di Indonesia .
            2. Mnurut UU 1945 No .4 Tahun 1950 (UU Pendidikan dan pengajaran)
Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warga Negara  yang demokratis serta bertamggung jawab tentang kesejahteraan  masyarakat dantanah air.
Tujuan Pendidikan ialah mendidik anak kearah terbentuknya manusia yang berjiwa Pancasila dan bertnggung jawab atas terselengaranya  masyarakat sosialis Indonesia yang adil dan makmur material dan spiritual .
            4.Rumusan Tujuan Pendidikan  menurut  System Pendidikan Nasional Pancasila dengan penetapan  presiden No. 19 Tahun 1965 .
            5.Rumusan  Tujuan Pendidikan menurut ketetapan MPRS No.XXXVII Tahun 1966.
            6.Menurut Ketetapan MPR No. IV/MPR/1973 tentang GBHN.
            7.Menurut TAP MPR No.IV/MPR/1978 Tentang GBHN
            8.Menurut Keteapan MPR No.II/MPR/1983 tentang GBHN
            9.Menurut Ketetapan MPR No.II/MPR/1988 tentang GBHN
            10.Menurut UU No.2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia ,yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa ,berbudi pekerti luhur , berkepribadian ,mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil ,berdisiplin, beretos kerja professional serta sehat jasmani ,dan rohani.
            11. Tujuan Pendidikan nasional menurut TAP MPR NO II/MPR/1993 yaitu Meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yaneg Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja profesional serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan memepertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawaan sosial, serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan, serta berorientasi masa depan.)[15]
            12. TAP MPR No 4/MPR/1975, tujuan pendidikan adalah membangun di bidang pendidikan didasarkan atas falsafah negara pancasila dan diarahkan untuk membentuk manusia-manusia pembangun yang berpancasila dan untuk membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab dapat menyuburkan sikap demokratis dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945.[16]
           
            13..Menurut Ketetapan MPR No.II/MPR/1993 Tentang GBHN
Seiring dengan dengan perkembangan yang terus terjadi ,dan adanya upaya memperbaiki system Pendidikan nasional yang tarsus dilakukan ,maka lahir UU No.20 Tahun 2003, sebagai penyempurnaan UU No.2 Tahun 1989.)[17]
           

B.TAHAP-TAHAP TUJUAN PENDIDIKAN
            Abu Ahmadi mengatakan bahwa tahap-tahap tujuan Pendidikan Islam meliputi (1) tujuan tertinggi /terakhhir ,(2) tujuan umum ,(3) tujuan khusus dan tujuan dan (4)tujuan sementara,dan sebagainya.
1.Tujuan tertinggi/Terakhir
            Tujuan ini bersifat mutlak,tidak mengalami perubahan dan berlaku umum , karena sesuai dengan konsep ketuhanan yang mengandung kebenaran mutlak dan Universal . Tujuan tertinggi tersebut dirumuskan dalam satu istilah yang disebut “Insan Kamil”(Manusia paripurna).)[18]
a.Menjadi Hamba Allah.
            Tujuan ini sejalan dengan tujuan hidup dan penciptaan manusia ,yaitu semata-mata untuk beribadat kepada Allah .Tujuan hidup yang diajadikan tujuan Pendidikan itu diambil dari Al-Quran.
Firman Allah SWT,
Yang artinya:
            Dan aku (Allah) tidak menjadikan jin dan manusia melainkan untuk menyembah-Ku”.(Q.S.Al-Zhariat:56)
b.Mengantarkan subjek didik menjadi khalifah Allah fi al-Ardh, yang mampu memakmukan Bumi dan melestarikannya dan lebih jauh lagi mewujutkan rahmat bagi alam sekitarnya ,sesuai dengan penciptaannya ,dan sebagai kosekwensi setelah menerima islam sebagai pedoman hidup.)[19]
Firman Allah SWT,
Yang artinya:
            Ingatkanlah ketiaka Tuhan berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku  hendak menjadi seorang Kalifah di muka bumi “(Q.S.2:20)
Firman Allah SWT,
Yang artinya:
            “Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah dimuka bumi .Barang siapa yang kafir,maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri”.(Q.S. Al-An’am:165)
Firman Allah SWT,
Yang artinya:
            “Dan tiadalah kami mengutus kamu melainkan untuk( menjadi ) rahmat bagi semesta alam”.(Q.S.Al-Anbiya:107)
            Tujuan ini dalam rangka mengupayakan agar peserta didik mampu menjadi khalifah  ini ,mengambil manfaatnya ,untuk kepentingan dirinya ,untuk kepentingan umat manusia ,serta untuk kemaslahatan semua yang ada dimuka bumi ini.
c.Untuk memperoleh kesejahteraan kebahagiaan hidup didunia sampai akhirat ,baik  individu maupun masyarakat.
Selanjutnya Firman Allah SWT,
Yang artinya:
            “Dan carilah apa yang dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) kampong akhirat ,dan jangan kamu merupakan kebahgiaan dari( kenikmatan) duniawi” (Q.S. Al-Qoshash:77)
Yang artinya:
            “Dan diantara mereka ada orang yang mendo’a: “Ya Tuhan kami berilah kami kebaiakan dunia dan kebaikan akhirat dan peliharalah dari siksa neraka . Mereka itulah orang-orang yang dapat bahagia dari apa yang mereka usahakan ,dan Allah sangat cepat perhitungannya” .(Q.S.Al-Baqarah : 21)
Artinya :
            “Bekerjalah untuk urusan dunia seolah-olah enggkau akan hidup selama-lamanya,dan bekerjalah untuk urusan akhirat seolah-olah engkau akan mati esok hari”.(Al-hadits)
            Ketiga tujuan tertinggi tersebut pada dasarnya merpakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan karena pencapaian tujuan yang satu memerlukan yang lain ,bahkan secara ideal ketiga-tiganya harus tercapai yang sama seimbang .
            Ketiga tujuan tertainggi tersebut ,berdasarkan pengalaman sejarah hidup manusia dan pengalaman aktivitas Pendidikan dari masa ke masa ,belum tercapai seluruhnya ,baik secara individu maupun social .Apabila yang disebut kebahgiaan dunia dan akhirat ,kedua-duanya ,tidak mungkin diketahui tingkat pencapaiannya secara empirik.)[20]
2.Tujuan Umum
            Berbeda dengan tujuan tertinggi yang lebih mengutamakan pendekatan filosofis,tujuan umum lebih bersifat empiric dan realistic. Tujuan umum berpungsi sebagai arah yang taraf pencapaiannya dapat diukur karena menyangkut perubahan sikap,prilaku dan kepribadian peserta didik.[21]
            Pendidikan merupakan upayapengembangan potensi atau sumberdaya insane berarti telah mampu merealisasikan ( self realization),menampilkan diri sebagai pribadi yang utuh (pribadi muslim).Proses pencapaian realisasi diri tersebut dalam istilah psikologi disebut becoming,yaitu proses menjadikan diri dengan ketuhanan pribadinya . Sedang untuk sampai pada keutuhan pribadi diperlukan proses pengembangan tahap demi tahap disebut dengan proses  development.
            Sementara itu para ahli Pendidikan Islam telah merumuskan pula tujuan umum Pendidikan Islam ini antara lain:
a.Al-Abrasyi misalnya,dalam kajiannya tentang Pendidikan islam telah menyimpulkan lima tujuan umum bagi Pendidikan Islam , yaitu.
            1.Untuk mengadakan pembentukan akhlak  yang mulia
            2.persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat .
            3.Persiapan untuk mencari rezeki dan memelihara segi manfaat ,atau dikenal sekarang dengan nama tujua-tujuan vokasional dan professional.
            4.Menumbuhkan semangat Ilmiah pada pelajar dan memuaskan keinginan tahu(curiosity) dan memungkin ia mengkaji ilmu demi ilmu itu sendiri.
            5.Menyiapkan pelajar dari segi professional ,teknikal,dan pertukangan supaya dpat menguasai propesi tertentu, dan keterampilan pekerjaan tertentu agar ia dapat mencari rezeki  dalam hidup disamping memelihara kerohanian dan keagamaan.
3.Tujuan Khusus
             Tujuan khusus adalah pengkhususan atau operasional tujuan tertinggi/terakhir dan tujuan umum(Pendidikan Islam). Tujuan khusus bersifat relative sehingga dimungkinkan untuk diadakan perubahan dimana perlu sesuai dengan tuntunan dan kebutuahan,selama tetap berpijak pada kerangka tujuan tertinggi/terakhir dan umum itu. Pengkhususan tujuan dapat didasarkan kepada:
a.Kultur  dan cita-cita suatu bangsa .
b.Minat, bakat , dan kesanggupan subjek didik
Firman  Allah SWT yang artinya:
            “Katakanlah: Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing . Maka Tuhanmu lebih mengetahui  siapa yang lebih benar menentukan.”
c.Tujuan situasi, kondisi pada kurun waktu tertentu

4.Tujuan sementara 
            Tujuan sementara pada umumnya meruapan tujuan-tujuan yang dikembangkan dalam rangka menjawab segala tuntunan kehidupan . Karena tujuan sementara itu kondisoanl ,tergantung factor dimana peserta didik tinggal atau hidup.Dengan  berangkat pertimbangan kondisi itulah pendidik islam dpat menyesuaiankan diri untuk memenuhi prisip dinamis dalam Pendidikan dengan lingkungan yang bercorak apapun,yang membedakan antara satu wilayah dengan wilayah yang lain, yang penting orientasi dari Pendidikan itu tidak keluar dari nilai-nilai ideal Islam.)[22]
5.Tujuan tak lengkap
            Tujuan tak lengkap barkaitan dengan aspek-aspek Pendidikan.Tiap aspek-aspek Pendidikan mempunyai tujuan Pendidikan sendiri-sendiri,Tujuan dari masing-masin aspek Pendidikan inilah yang dimaksutdengan tujuan Pendidikan tak lengkap. Sebab masing-masing aspek itu menganggap dirinya seolah-olah terlepas dari aspek Pendidikan yang lain . Padahal masing-masing aspek pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu tujuan dari masing-masing aspek itu harus dilengkapi dengan tujuan dari aspek-aspek yang lain.)[23]
            Perlu diketahui ,bahwa kita tidak boleh mementingkan salah satu aspek saja,dan mengabaikan aspek-aspek lain.
            Hal demikian ini akan mengakibatkan adanya Pendidikan yang berat sebelah , tidak dapat menghasilkan perkembangan yang harmonis  dari anak didik.
6.Tujuan Insidental( tujuan seketika atau sesaat)
            Tujuan ini timbul secara kebetualan,secara mendadak hanya bersifat sesaat.  Misalnya : Tujuan untuk mengadakan hiburan atau Variasi dalam kehiduoan sekolah ,maka diadakan darmawisata kesuatu tempat.Dalam hal ini tujuan itu telah selesai ,setelah darma wisata dilaksanakan.)[24]
7.Tujuan perantara
            Tujuan perantara disebut juga tujuan intermediair. Tujuan ini adalah merupakan alat atau sarana untuk mencapai tujua-tujuan yang lain,missalnya kita belajar bahasa inggris atau bahasa Belanda ,atau yang lain. Jadi kita belajar          bahasa hanya sekedar alat saja.                       
C. ASPEK ASPEK TUJUAN
            Manusia terlahir dari dua potensi alam yang berlainan tetapi satu dalam bentuk. Potensi itu berupa jasmani dan rohani. Potensi jasmani berupa fisik, sedangkan potensi rohani berupa pemikiran dan perasaan. Kedua potensi ini sangat perlu pendidikan sebagai upaya mewujudkan manusia yang fitrah sebagai dasar utama penciptaan manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini. Ada dua hal pola pendidikan yang harus ditanamkan kepada setiap manusia, pertama pendidikan dalam bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan dalam bidang akhlak dan moral.)[25]
Aspek tujuan Pendidikan Islam itu meliputi empat hal ,yaitu: (1) tujuan jasmaniah,(2)tujuan jasmaniah,(3)tujuan akal,(4) tujuan social .)[26]
1.Tujuan Jasmaniah(Ahdaf al-Jismyyah)
            Tujuan Pendidikan perlu dikaitkan dengan tugas manusia selaku khalifah dimuka bumi yang harus memiliki kemampuan jasmani yang bagus disamping rohani yang yang teguh.Dalam hadits riwayat Muslim ,Rosulullah  SAW bersabda:
            “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disayangi oleh Allah dari pada orang mukmin yang lemah”.
2.Tujuan Rohaniah(Ahdaf Al-Ruhyyah)
            Kalau kita perhatikan, tujuan ini dikaitkan dengan kemampuan manusia menerima agama Islam yang inti ajarannay adalah keimanan dan ketaatan kepada Allah,Tuhan Yang Maha Esa  dengan tunduk dan patuh kepada nilai nilai moralitas yang diajarkan-Nya dengan mengikuti keteladanan Rosulullah SAW  inilah tujuan Pendidikan Islam.
3.Tujuan Akal (Ahdaf Al-Aqliyah)
            Selain tujaun jasmani  dan tujuan rohaniah,Pendidikan Islam juga  memperhatikan tujuan akal .

4.Tujuan Sosial(Ahdaf al-Ijjtima’iyah)
            Tujuan ini merupan pembentukan kepribadian yang utuh .Dimana individu disini tercermin sebagai manusia yang hidup pada masyarakat yang majemuk.
            Dari keterangan-keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa Konsep Pendidikan Islam bermuara dalam dasar, tujuan, aspek-aspek serta realisasi sebagai bukti atas teori yang harus dibuktikan. Mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa merupakan satu satunya tujuan akhir yang dimaksudkan kepada seluruh manusia, Karena pada hakikatnya seluruh alam yang diciptakan ini sebagai alat dan sarana bagi manusia untuk membina dan membentuk diri menjadi manusia yang bertanggung jawab atas amanah yang diberikan.

            Keberadaan manusia di atas permukaan bumi ini merupakan satu bukti kekuasaan allah, oleh karenanya pendidikan islam menuntun untuk menjadikan setiap insan manusia menjadi manusia yang sesungguhnya yaitu manusia yang selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah dengan pencapaian kehidupan yang bahagia baik di dunia dan akhirat.

 D.RANAH TUJUAN
1.Ranah kognitif       
            Untuk mengukur hasil belajar ranah kognitif dapat menggunakan berbagai tipe tes. Dalam bagian ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara-cara mengkonstruksi  butir  soal  terutama  soal  esai  dan  pilihan  ganda.  Uraian  pada bagian  ini diharapkan tidak saja  akanmembekali  Anda  mengenai pengetahuan konstruksi soal tetapi  diharapkan  mampu menyusun butir soal sendiri sehingga Anda memiliki keterampilan dalam pengkonstruksian butir soal.
             Ranah kognitif merupakan hasil belajar yang berhubungan dengan kemampuan intelektual. Ranah kognitif meliput enam aspek, yakni 1) pengetahuan atau ingatan (knowledge), 2) pemahaman, 3) aplikasi, 4) analisis, 5) sintesis, dan evaluasi. Aspek pengetahuan dan pemahaman merupakan kognitif tingkat rendah, sedangkan aspek aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi termasuk kognitif tingkat tinggi. Ranah afektif terdiri diri dari lima aspek, yaitu 1) penerimaan, 2) jawaban atau reaksi, 3) penilaian, 4) organisasi, dan 5) internalisasi. Sedangkan ranah psikomotoris berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak, yang meliputi enam aspek, yaitu 1) gerakan refleks, 2) keterampilan derak dasar, 3) kemampuan perseprtual, 4) keharmonisan atau ketepatan, 5) gerakan keterampilan kompleks, dan 6) gerakan ekspresif dan interpretatif (Sudjana, 2006: 23).[27]
2.Ranah efektif
            Afektif atau intelektual adalah mengenai sikap, minat, emosi, nilai hidup dan operasiasi siswa. Menurut Krathwol (1964) klasifikasi tujuan domain afektif terbagi lima kategori :
            a. Penerimaan (recerving)
            Mengacu kepada kemampuan memperhatikan dan memberikan respon terhadap sitimulasi yang tepat. Penerimaan merupakan tingkat hasil belajar terendah dalam domain afektif.
            b. Pemberian respon atau partisipasi (responding)
Satu tingkat di atas penerimaan. Dalam hal ini siswa menjadi terlibat secara afektif, menjadi peserta dan tertarik.
            c. Penilaian atau penentuan sikap (valung)
            Mengacu kepada nilai atau pentingnya kita menterikatkan diri pada objek atau kejadian tertentu dengan reaksi-reaksi seperti menerima, menolak atau tidak menghiraukan. Tujuan-tujuan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi “sikap dan opresiasi”.) d. Organisasi (organization)
            Mengacu kepada penyatuan nilai, sikap-sikap yang berbeda yang membuat lebih konsisten dapat menimbulkan konflik-konflik internal dan membentuk suatu sistem nilai internal, mencakup tingkah laku yang tercermin dalam suatu filsafat hidup.)[28]
            Mengacu kepada karakter dan daya hidup sesorang. Nilai-nilai sangat berkembang nilai teratur sehingga tingkah laku menjadi lebih konsisten dan lebih mudah diperkirakan. Tujuan dalam kategori ini ada hubungannya dengan keteraturan pribadi, sosial dan emosi jiwa.
            Variable-variabel di atas juga telah memberikan kejelasan bagi proses pemahaman taksonomi afektif ini, berlangsungnya proses afektif adalah akibat perjalanan kognitif terlebih dahulu seperti pernah diungkapkan bahwa:
            “Semua sikap bersumber pada organisasi kognitif pada informasi dan pengatahuan yang kita miliki. Sikap selalu diarahkan pada objek, kelompok atau orang hubungan kita dengan mereka pasti di dasarkan pada informasi yanag kita peroleh tentang sifat-sifat mereka.”
            Bidang afektif dalam psikologi akan memberi peran tersendiri untuk dapat menyimpan menginternalisasikan sebuah nilai yang diperoleh lewat kognitif dan kemampuan organisasi afektif itu sendiri. Jadi eksistensi afektif dalam dunia psikologi pengajaran adalah sangat urgen untuk dijadikan pola pengajaran yang lebih baik tentunya.)[29]
3.Ranah Psikomotorik(Keterampilan)/fychomotorik domain .
            Menurut klasifikasi Simpson: (1)Persepsi,(2) kesiapan,(3) gerkan terbimbing,(4) gerakan terbiasa,(5).gerkan kompleks,(7)penyesuaian dan (8) kreativitas.)[30]
            Psikomotorik adalah kemampuan yang menyangkut kegiatan otot dan fisik.
Menurut Davc (1970) klasifikasi tujuan domain psikomotor terbagi lima kategori yaitu :
            a. Peniruan
            Terjadi ketika siswa mengamati suatu gerakan. Mulai memberi respons serupa dengan yang diamati. Mengurangi koordinasi dan kontrol otot-otot saraf. Peniruan ini pada umumnya dalam bentuk global dan tidak sempurna.
            b. Manipulasi
            Menekankan perkembangan kemampuan mengikuti pengarahan, penampilan, gerakan-gerakan pilihan yang menetapkan suatu penampilan melalui latihan. Pada tingkat ini siswa menampilkan sesuatu menurut petunjuk-petunjuk tidak hanya meniru tingkah laku saja.
            c. Ketetapan
            memerlukan kecermatan, proporsi dan kepastian yang lebih tinggi dalam penampilan. Respon-respon lebih terkoreksi dan kesalahan-kesalahan dibatasi sampai pada tingkat minimum.
            d. Artikulasi
Menekankan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan membuat urutan yang tepat dan mencapai yang diharapkan atau konsistensi internal di natara gerakan-gerakan yang berbeda.
            e. Pengalamiahan
            Menurut tingkah laku yang ditampilkan dengan paling sedikit mengeluarkan energi fisik maupun psikis. Gerakannya dilakukan secara rutin. Pengalamiahan merupakan tingkat kemampuan tertinggi dalam domain psikomotorik.
            Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa domain psikomotorik dalam taksonomi instruksional pengajaran adalah lebih mengorientasikan pada proses tingkah laku atau pelaksanaan, di mana sebagai fungsinya adalah untuk meneruskan nilai yang terdapat lewat kognitif dan diinternalisasikan lewat afektif sehingga mengorganisasi dan diaplikasikan dalam bentuk nyata oleh domain psikomotorik ini.
            Dalam konteks evaluasi hasil belajar, maka ketiga domain atau ranah itulah yang harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi hasil belajar. Sasaran kegiatan evaluasi hasil belajar adalah:
            Apakah peserta didik sudah dapat memahami semua bahan atau materi pelajaran yang telah diberikan pada mereka?
Apakah peserta didik sudah dapat menghayatinya?
            Apakah materi pelajaran yang telah diberikan itu sudah dapat diamalkan secara kongkret dalam praktek atau dalam kehidupannya sehari-hari?
            Ketiga ranah tersebut menjadi obyek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru disekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.)[31]



                       



BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari Uraian diatas dapat kami simpulkan bahwa :

            Pendidikan menurut pandangan islam lebih dominan kepada pembentukan akhlak, akidah dan iman. Sedangkan secara umum pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan pengembangan kemapuan yang dimiliki. Apabila kedua hal ini digabungkan maka hasil dari pendidikan akan sangat maksimal dan menghasilkan peserta didik yang memiliki intelektual dan akhlak yang mulia.

            Dasar pendidikan menurut islam fokus kepada Al-qur’an dan hadist sedang secara umum dasar pendidikan juga lebih menitik beratkan ke dasar religius.

            Tujuan Pendidikan baik secara Islam dan umum hampir memiliki kesamaan yaitu mendapatkan kesuksesan. Apabila digabungkan maka tujuan pendidikan adalah upaya untuk meraih kesuksesan hidup di dunia dan akherat.
            Wasalam.....



[1] )Prof.Dr.Haji Ramayulis,Ilmu Pedidikan, Mei 2011,hal 132-133
[2] )Prof.Dr.Haji Ramayulis,Ilmu Pendidiakan,Mei 2011,hal 133
[3] )Prof.Dr.Haji Ramayulis,Ilmu Pendidikan,Mei 2011,Hal 133
[4] ) Prof.Dr.Haji Ramayulis,Ilmu Pedidikan, Mei 2011,hal 132
[5] ) http//:makalahmajannaii.blogspot.com/2012/11 Tujuan-pendidikan-islam.html
[6] ) Drs. H.Abu Ahmadi ,Dra.Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan,September 2011,hal 99
[7] ) Drs. H.Abu Ahmadi ,Dra.Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan,September 2011,hal 109
[8] ) Drs. H.Abu Ahmadi ,Dra.Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan,September 2011,hal 112
[9] ) Drs. H.Abu Ahmadi ,Dra.Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan,September 2011,hal 112
[10] ) Drs. H.Abu Ahmadi ,Dra.Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan,September 2011,hal 112
[11] ) Drs. H.Abu Ahmadi ,Dra.Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan,September 2011,hal 112
[12] ) Drs. H.Abu Ahmadi ,Dra.Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan,September 2011,hal 99
[13] ) Hasbullah ,Dasar-dasar Ilmu Pendidikan.hal 137-138
[14] )Hasbullah ,Dasar-dasar Ilmu Pendidikan.hal 138.
[15]) Drs. H.Abu Ahmadi ,Dra.Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan,September 2011,hal 137
[16] ) Drs. H.Abu Ahmadi ,Dra.Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan,September 2011,hal 137
[17] Hasbullah,Dasar-dasar Ilmu Pendidiakan,hal 137-144
[18] )Prof.Dr.Haji Ramayulis ,Ilmu Pendidikan,Mei 2011 hal 134
[19] ) Prof.Dr.Haji Ramayulis ,Ilmu Pendidikan,Mei 2011 hal 134
[20] ) ) Prof.Dr.Haji Ramayulis ,Ilmu Pendidikan,Mei 2011 hal 136
[21] ) Prof.Dr.Haji Ramayulis ,Ilmu Pendidikan,Mei 2011 hal 136
[22] ) Prof.Dr.Haji Ramayulis,Ilmu Pedidikan, Mei 2011,hal 141
[23] ) Drs. H.Abu Ahmadi ,Dra.Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan,September 2011,hal 107
[24] ) Drs. H.Abu Ahmadi ,Dra.Nur Uhbiyati,Ilmu Pendidikan,September 2011,hal 107
[25] ) http://makalahmajannaii.blogspot.com/2012/11/makalah-konsep-pendidikan-islam.html
[26] ) Prof.Dr.Haji Ramayulis,Ilmu Pedidikan, Mei 2011,hal 143
[27] ) Prof.Dr.Haji Ramayulis,Ilmu Pedidikan, Mei 2011,hal 147
[28] ) Prof.Dr.Haji Ramayulis,Ilmu Pedidikan, Mei 2011,hal 147
[29]) http://syahsmkn2tb.wordpress.com/2012/07/29/ranah-kognitif-afektif-dan-psikomotorik-dalam-pendidikan/
[30] ) Prof.Dr.Haji Ramayulis,Ilmu Pedidikan, Mei 2011,hal 147
[31] ) http://syahsmkn2tb.wordpress.com/2012/07/29/ranah-kognitif-afektif-dan-psikomotorik-dalam-pendidikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar